Berkas:Actageshonenjump.jpg

Act-Age atau judul Jepangnya Akutāju adalah seri manga yang ditulis oleh Tatsuya Matsuki dan digambar oleh Shiro Usazaki. Seri ini dirilis pada Januari 2018 dan telah mencapai 12 volume pada Juli 2020. Seri manga ini sempat dinominasi sebagai Best Shonen Mangan pada Kodansha Manga Awards ke-43 pada April 2019 dan didapuk AnimeJapan pada ranking nomor 6 sebagai wajib dibuat versi animenya pada bulan Maret 2020.

SINOPSIS

Act-Age berfokus pada petualangan Kei Yonagi, seorang siswi SMA yang bercita-cita menjadi seorang artis. Kei tinggal bersama kedua adik kembarnya semenjak ibunya wafat dan ayahnya menghilang tanpa kabar. Demi mencapai cita-citanya dan juga menghidupi keluarganya, Kei mengikuti sebuah audisi untuk menjadi artis di sebuah agen hiburan bernama Stars yang pada saat itu diboncengi seorang sutradara ternama bernama Sumiji Kuroyama, yang memiliki ambisi untuk mencari artis berkualitas untuk proyek ambisiusnya. Walaupun gagal diterima di audisi karena tak pernah memiliki pengalaman berakting, Sumiji meminta Kei untuk melakukan adegan sedih dimana Kei mampu menunjukkan ekspresi sedih sampai meneteskan air mata secara alami. Sumiji akhirnya menemukan calon artis yang dia cari selama ini.

Kei kemudian direkrut oleh Sumiji ke agen hiburannya dan menjelaskan bahwa Kei memiliki bakat akting yang langka yang dikenal sebagai Method Acting. Akan tetapi, Arisa Hoshi, mantan artis yang sekarang menjadi CEO Stars, tidak setuju dengan tindakan Sumiji dengan alasan artis dengan bakat seperti Kei bisa menghancurkan hidup Kei sendiri karena akan membuatnya tidak bisa membedakan fiksi dan realita. Sumiji tetap bersikeras ingin membuktikan bahwa dia mampu melatih Kei menjadi artis papan atas.

Dari sini, Kei dibawa ke dalam petualangan ke industri entertainment yang penuh dengan kompetisi, konflik dan realita pahit yang jarang bisa kita lihat di depan layar kaca.

MENDALAMI INDUSTRI ENTERTAINMENT

Act-Age adalah manga yang tidak segan untuk menjelaskan bagaimana sesungguhnya industri hiburan bekerja. Seringkali kita tidak tahu betapa beratnya tantangan dan realita yang harus dihadapi oleh para artis dibalik layar kaca. Mulai dari pembagian tugas di lokasi shooting, padatnya jadwal shooting, kehidupan pribadi para artis sampai bahkan konflik kepentingan dengan pemilik industri media ditunjukkan di dalam Act-Age. Menariknya Act-Age mampu menjelaskan istilah-istilah di dunia entertaintment dengan menggunakan bahasa dan humor yang mudah dimengerti dapat membuat para pembaca yang tidak pernah bekerja di industri entertaintment mampu mengerti. Dari melihat alur ceritanya, seri ini sepertinya sedang mengkritik dunia entertainment masa sekarang, khususnya di Jepang, yang dianggap lebih fokus ke hal-hal yang berbau komersil ketimbang berupaya membuat karya seni berkualtias.

KARAKTER YANG UNIK DAN MEMORABLE

Act-Age mampu menghadirkan berbagai karakter yang unik secara kepribadian dan juga memorable melalui masa latar belakang mereka masing-masing. Interaksi antara Kei dan Sumiji juga penuh dengan humor-humor konyol. Tokoh Kei Yonagi yang polos, naif, baik hati, dan introvert mampu menciptakan adegan-adegan yang lucu dan tak terduga bagi para pembaca. Perkembangan karakter juga dibuat dengan baik melalui latar belakang dan interaksi setiap karakter yang terlibat di dalam cerita. Khusus untuk Kei, dia memulai karir aktingnya dari tidak tahu apa-apa mengenai akting sampai menjadi seorang pro melalui bakat istimewanya untuk dapat menjadi aktor profesional secara otodidak.

Apakah petualangan Kei akan membuatnya menjadi artis papan atas? Tentu menjadi sesuatu yang menarik ditunggu