Violet Evergarden: Eternity and the auto memories dolls atau judul dalam bahasa Jepangnya Violet Evergarden Gaiden: Eien to Jidō Shuki Ningyō. Film produksian Kyoto Animation yang diadaptasi dari light novel karya Kana Akatsuki dan Akiko Takase ini, telah dirilis di Jepang pada september tanggal 6 di tahun 2019 dan tayang di Netflix tahun 2020 April.
Sebetulnya sebelum rilis, Kyoto Animation mengalami kebakaran pada studionya. Untungnya, Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls sudah selesai dalam penggarapannya. Hingga akhirnya dapat rilis di bulan september.
Kemunculan , Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls sebagai perwajahan studio Kyoto Animation; bagaimana ketegeran pekerjanya dan Kyoto Animation itu seperti apa. Pasalnya, Violet Evergarden sukses di dunia perfileman. Seolah, munculnya Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls sebagai pesan pada dunia atas kebangkitan studio Kyoto Animation dari tragedi bulan Juli.


Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls Terdapat Dua Part Pengisahan dalam Satu Cerita.


Violet versi movie ini berangkat dari pengembangan karakter Violet di TV seriesnya. Violet adalah seorang yang kehilangan perasaan manusiawinya karena sejak dimiliter ia hanya sebagai alat. Namun, karena Gilbert, yang mengasuhnya di militer, ia sedikit-sedikit memahami apa itu kehidupan. Perkembangan karakternya berlanjut ketika Violet memutuskan untuk bekerja sebagai Auto memories dolls. Karena pekerjaannya, ia menjadi manusia, memiliki empati dan simpati pada orang lain.
Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls yang berdurasi 90 menit ini, mengisahkan dua karakter. Setiap karakter memiliki ceritanya sendiri-sendiri bahkan atmosfir/suasana yang bersebrangan.
Pada part pertama, cerita dimulai dari pengisahan Isabella. Ia dulunya seorang yang miskin tinggal di pemukiman kumuh dan bekerja serabutan. Namun kehidupan yang miskin itu berakhir ketika bertemu dengan keluarga bangsawan. Mereka menganggap bahwa Isabella salah satu keturunan mereka. Selain karena terdapat darah bangsawan. Mereka tidak punya keturunan. Hingga akhirnya, Isabella dijadikan pewaris satu-satunya.
Alih-alih senang, Isabela malah sedih. Karena ia dipisahkan dengan adik angkatnya, Taylor. Selain itu, ia tidak senang dengan rutinitas kehidupan bangsawan, perasannya seperti seorang tahanan saja. Bahkan ia dituntut harus bisa bersikap-beretika para bangsawan. Olehkarena itu, Violet ditugaskan untuk menjadi tutor wanita bangsawan pada Isabella. Dari sinilah, pertemuan antara Violet dengan Isabella bermula.
Awalnya, Isabella menilai kalau Violet tidak akan pernah mengerti bagaimana perasaannya menyikapi hidup yang nampak bahagia. Namun, ketika Violet menceritakan bagaimana kehidupannya ketika di militer hingga sekarang, Isabella terdiam sambil menggumamkan. ” I wish we could just run away. ” Tapi, Violet yang seorang auto memories dolls. Ia harus pergi memenuhi pesanan pelanggannya.
Pada pengisahan Isabella, atomosfir ceritanya begitu melankolis dan muram. Setiap scene Isabella dengan Violet selalu terasa haru, bahkan ketika di pesta dansa sekalipun. Meskipun pencahayaan dan soundtraknya terkesan hangat dan ceria, tapi gimik wajah antara Violet dan Isabella tetap saja menimbulkan kesan haru dan melankolis.
Ketika diakhir pengisahan Isabella, di sinilah point utama dari Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls; Isabella yang telah berani mengungkapkan keresahannya pada Violet. Ia memutuskan untuk membuat surat pada Taylor. ” Ketika kau merindukanku, sebut namaku. Seperti kau merapalkan mantra.” Meskipun isiannya singkat, tapi kalimat itu bisa menjawab dari keterpisahan antara Taylor dan Isabella.

Pengisahan Singkat tentang Taylor


Semenjak ia menerima surat dari Isabella, Taylor pergi dari panti asuhan dan memutuskan untuk mencari Bennedict Blau yang dulu mengantarkan surat padanya. Ia sangat bertekad menjadi seorang postman. Baginya, surat adalah bentuk dari kebahagian dan pengirim surat adalah pengirim kebahagiaan. Meskipun ia tak pernah belajar membaca dan menulis ia bersikeras hingga akhirnya Bennedict bersedia menjadi pembimbingnya.
Pada scene pengisahan karakter Taylor terdapat atmosfer cerita yang bersebrangan dari Isabella. Jika Isabela begitu melankolis, bagian ini begitu ceria dan energik. Hal ini menjadi keunikan tersendiri dari film Violet. Pasalnya, rata-rata anime membangun atmosfir atau emosi pada film selalu berangkat dari isu yang diambil atau peristiwa. Sedangkan Violet, atmosfirnya berasa dari karakter. Oleh karena itu, atmosfir atau suasana dalam cerita jadi dinamis karena tergantung character development. Hal ini yang menjadi heartbreaking penonton; Semua perasaan yang ada di dunia terangkum dalam satu cerita.
Diakhir cerita pesan utama dari film ini diungkap. Setelah dihadapkan dengan kesedihan yang membuat putus asa. Keceriaan yang membuat perasaan girang, dijawab dengan hal yang tak pernah dinilai oleh mata manusia. Jawaban itu membulatkan dua perasaan yang bersebrangan menjadi satu. Tapi diterima oleh siapapun dalam keadaan apapun. Di scene akhir ini menjabarkan lebih tegas akan masalah kehidupan manusia di dunia nyata yang diwakilkan oleh penceritaan Taylor dan Isabella. Pun menegaskan peran seni dan kata menjawab masalah itu.
Pada akhirnya yang membuat menarik dari Violet Movie menjawab rasa penasaran penonton terhadap karakter Violet yang telah berkembang. Dari yang bermula tidak memiliki perasaaan kini menjadi manusia yang penuh simpati dan empati terhadap orang lain. Jika kembali pada versi TV series yang 13 episode itu. Jelas perbedaan karakter Violet begitu berbeda dengan, Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls. Pada versi TV series Violet terkesan seperti seorang boneka yang tak berekspresi bahkan tak memiliki perasaann. Namun sepanjang perjalanannya, ia mampu mendapatkan hal yang paling berharga dari manusia yaitu perasaan.
Munculnya perasaan itu buka tanpa sebab. Dunia selalu patuh pada hokum kasualitas. Saat itu, Violet kehilangan ke dua tangannya, tapi bukan kehilangan tangan yang membuat Violet bersedih. Ia kehilangan seorang yang paling disayangi dan teman satu-satunya di militer, ia adalah Mayor Gilbert. Sebelum kepergiannya, Violet mendapat perintah dari sang Mayor untuk terus hidup dan Ia mengatakan aku mencintaimu. Kalimat ini yang menuntunnya menjadi auto memories dolls dan membawanya menjadi Violet yang kita kenal di Violet Evergarden: Eternity and the Auto Memories Dolls.